Variabel Lain yang Mempengaruhi Pengeluaran Konsumsi

Variabel Lain yang Mempengaruhi Pengeluaran Konsumsi

benidormcf.com – Perkembangan ekonomi telah menyebabkan peningkatan variabel yang, selain pendapatan nasional, inflasi, suku bunga dan jumlah uang beredar, dapat mempengaruhi pengeluaran konsumen sebagai berikut:

1. Rasa

Untuk orang-orang dengan usia dan pendapatan yang sama, beberapa mengkonsumsi lebih banyak daripada yang lain. Ini karena ada perbedaan sikap dalam menabung (penghematan).

2. Faktor sosial ekonomi

Faktor sosial ekonomi misalnya: usia, pendidikan, pekerjaan dan keadaan keluarga. Biasanya, pendapatan di kelompok usia muda tinggi dan naik, mencapai puncaknya di usia paruh baya, dan akhirnya menurun di kelompok yang lebih tua. Demikian juga, pendapatan yang ia sisihkan (hemat) pada kelompok umur rendah. Ini berarti bahwa bagian pendapatan yang dikonsumsi relatif tinggi pada kelompok muda dan tua, tetapi rendah pada usia paruh baya. Dengan perbedaan dalam bagian pendapatan dalam konsumsi antara kelompok umur, peningkatan rata-rata usia populasi akan mengubah fungsi dari total konsumsi.

3. Kekayaan

Properti, secara eksplisit atau implisit, yang sering dimasukkan dalam fungsi konsumsi agregat, menentukan konsumsi. Seperti yang dinyatakan dalam hipotesis pendapatan permanen yang diajukan Friedman, Albert Ando dan Franco Modigliani percaya bahwa kekayaan bersih merupakan faktor penting dalam menentukan konsumsi.

4. Keuntungan / kerugian modal

Capital gain, yaitu peningkatan laba bersih atas modal, akan mendorong konsumsi tambahan, sedangkan kerugian modal akan mengurangi konsumsi. Menurut John J. Arena, tidak ada hubungan antara konsumsi total dan capital gain, karena beberapa saham dipegang oleh individu berpenghasilan tinggi dan konsumsinya tidak terpengaruh oleh perubahan harga jangka pendek pada sekuritas ini. Sebaliknya, Kul B. Bhatia dan Barry Bosworth menemukan hubungan positif antara konsumsi dan capital gain.

5. Tingkat harga

Peningkatan pendapatan nominal sambil meningkatkan tingkat harga dalam proporsi yang sama tidak akan mengubah konsumsi riil. Jika seseorang tidak mengubah konsumsi riilnya, meskipun pendapatan nominal dan tingkat harga meningkat secara proporsional, maka, sama seperti pendapat tentang ekonomi uang, ia disebut bebas dari ilusi uang (money illusion). Sebaliknya, jika mereka mengubah konsumsi riil mereka, mereka harus mengalami “ilusi uang” sebagaimana dinyatakan oleh Keynes.

6. Komoditas

Barang tahan lama adalah barang yang bisa dinikmati di masa depan (biasanya lebih dari satu tahun). Kehadiran objek permanen ini menyebabkan fluktuasi dalam pengeluaran konsumsi. Siapa pun yang memiliki banyak barang tahan lama seperti lemari es, furnitur, mobil, sepeda motor, tidak akan membelinya dalam waktu dekat. Akibatnya, pengeluaran konsumsi untuk jenis barang ini akan menurun di tahun-tahun mendatang. Pengeluaran konsumsi untuk jenis barang ini bervariasi dari waktu ke waktu, dan selama periode itu, pengeluaran konsumsi juga berfluktuasi secara keseluruhan.

7. Kredit

Pinjaman yang diberikan oleh sektor perbankan terkait erat dengan konsumsi rumah tangga. Adanya kredit berarti bahwa rumah tangga saat ini dapat membeli barang dan pembayaran dapat dilakukan kemudian. Namun, ini tidak berarti bahwa fasilitas kredit akan menyebabkan rumah tangga mengkonsumsi lebih banyak, karena apa yang mereka beli sekarang harus dibayar untuk pendapatan di masa depan. Konsumen akan mempertimbangkan berbagai faktor dalam pembayaran pinjaman, misalnya. Suku bunga, uang muka dan tanggal pembayaran. Suku bunga bukan faktor dominan ketika memutuskan pembelian dengan kredit, juga tidak ada faktor lain seperti uang muka dan waktu pembayaran. Peningkatan uang muka akan mengurangi jumlah uang yang harus dibayarkan secara kredit. Sementara itu, waktu pembayaran yang lebih lama meningkatkan jumlah uang yang harus dibayar dengan kredit. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa tidak ada kejelasan tentang dampak kredit pada pengeluaran konsumsi akhir.